r

GELAR PELATIHAN TEMATIK BERBGAI KOMODITI DI KOLAKA

BBPP Batangkaluku yang membawahi seluruh Sulawesi melakukan Road Show ke berbagai daerah dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian salah satunya adalah Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam Road Show di Kolaka dalam rangka menyelenggarakan pelatihan bagi Pelaku usaha tani dan pelaku utama.

Kegiatan ini di lakukan karena Pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan nasional dan peran strategi sektor pertanian tergambar dalam kontribusinya sebagai penghasil devisa negara.

Guna mencapai target, Kementrian Pertanian melakukan pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian yakni dengan peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasional.

Salah satu program kerja Kementrian Pertanian adalah bagaimana membangun Komando Strategi Pertanian hingga ke tingkat Kecamatan dan ketersediaan pangan strategis yang dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia.

Untuk mendukung target tersebut, Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku dilaksanakan pelatihan bagi pelaku usaha dan pelaku utama yang salah satunya “Pelatihan Tematik Padi, Pelatihan Jagung, Pelatihan Kedelai, Pelatihan Tanaman Kakao, Pelatihan Lada, Pelatihan Kopi, Alsintan, Pelatihan Bawang Merah, Pelatihan Kelapa, Pelatihan Jeruk dan Pelatihan Tanaman Pisang”.

Pelatihan ini dilaksanakan di enam provinsi sebanyak 98 angkatan. Salah satu pelatihan yang dilakukan saat ini adalah Pelatihan Tematik Padi yang secara khusus membahas tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi, dan Pemupukan Tanaman Padi yang dilaksanakan di BPP Samaturu Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pelatihan ini dibuka oleh Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka Bapak Ir. Muh. Bachrun Hanise yang diikuti sebanyak 30 orang pelaku usaha dan pelaku utama, berasal dari 6 kecamatan.  

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pelaku utama dapat mengoptimalkan peningkatan produksi tanaman padi serta dapat mengatasi adanya serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang ternak padi, terutama pengendalian yang dilakukan dengan bahan-bahan alami. “ungkap Kepala Dinas.

Peserta pelatihan juga diajarkan bagaimana membuat Pestisida yang Ramah Lingkungan dan berbagai pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit.

Diharapkan dengan adanya pelatihan, dapat menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang siap dipakai, profesional, inovatif, kreatif dan berwawasan global sehingga dapat terwujud pertanian yang produktif, tangguh, efisen dan mampu berdaya saing.
Sumber : sigapnews.com

Comments ( 0 )

Post a comment