PELATIHAN MANAJEMEN PENYULUH PENDAMPING READSI

BBPP Batangkaluku bekerjasama Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Pelatihan Teknis Penyuluh Pertanian Pendamping Program Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling Up Initiative ( READ-SI) Angkatan IV, V & V, dimana sebelumnya telah terlaksana 3 Angkatan (Angkatan I, II dan III) di BBPP Batangkaluku. Selasa, 03/9/2019.

Pelatihan tahap kedua ini dilaksanakan selama 7 hari, mulai 03 s/d 09 september 2019 mendatang, diikuti sebanyak 60 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas diwilayah READSI Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.Program Rural Empowerment and agricultural Development Scalling Up Initiative ( READSI) ini merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yaitu Tercapainya kedaulatan Pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

“Sedapat mungkin pelatihan selama 7 hari ini betul-betul dimanfaatkan belajar dan mempersiapkan diri dalam rangka pengawalan program READSI di lapangan, sehingga kehadiran para penyuluh pertanian dalam mengawal program READSI dapat memberikan pengaruh kedepan yang siginifikan sehingga memberi manfaat kepada masyarakat dan bisa terlakasana secara optimal”, Harap Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan TPH Sul-Sel, Muhlis Mori.

Sementara itu Kepala BBPP Batangkaluku Dr. Sabir, S.Pt, M.Si dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, penyuluh pertanian melaksanakan 2 fungsi yaitu fungsi manajemen dan fungsi teknis, Dimana fungsi manajemen dengan menumbuh kembangkan kelembagaan petani melalui peningkatan nilai, kelas dan skornya, serta menumbuhkan kewirausahaan petani muda minimal 5 kelompok tani sesuai dengan indikator kinerja pertanian.

“Fungsi kedua yaitu melalui pengawalan semua program yang ada diwilayah kerjanya termasuk program READSI dengan memberdayakan petani sehingga Petani bisa Mandiri secara totalitas ( tidak bergantung pada pemerintah) selain itu penyuluh pendamping bisa mengindentifikasi masalah di lapangan dan mampu memecahkan masalah secara cepat dan tepat”, jelasnya.

Selain itu kata sabir, Visi Badan SDM Pertanian adalah menciptkan SDM yang profesional, handal, dan berdaya saing untuk mewujudkan visi kementrian pertanian yaitu mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Sumber : info-terkini.com

Comments ( 0 )

Post a comment