r

SERTIFIKASI ALSIN DAN FTO BAGI PENGELOLAH P4S

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar Uji Sertifikasi pengelolaan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) bagi pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S). Kamis. 29/08/2019.

Uji Sertifikasi ini bertujuan untuk menentukan kelayakan sebagai operator Alat dan Mesin Pertanian serta meningkatkan mutu dan profesionalisme bagi pengelola P4S, sehingga lebih dapat mengembangkan hasil pelatihan di wilayahnya masing-masing.

Yoga Sugama salah satu Asesor Uji Sertifikasi mengatakan, salah satu tujuan uji sertifikasi ini membentuk pengelola P4S lebih kompeten dalam mengoperasikan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN).

“Dipersaingan global sekarang ini, apalagi dibidang pertanian telah memasuki era yang semakin modern, dimana saat ini mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan panen dan pasca panen semuanya sudah menggunakan teknologi dengan mesin-mesin yang sudah modern, meskipun saat ini masih ada yang menggunakan cara manual, oleh karena itu sangat berharap kepada pengelola P4S ini terus meningkatkan kompetensinya, pengetahuannya dalam mengoperasikan Alat dan Mesin Pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahtreraan petani didaerahnya masing-masing”, harapnya.

“Terima kasih kepada BBPP Batangkaluku telah memberikan kami pemantapan sehingga dalam ujian sertifikasi ini bisa berjalan lancar, harapan kami sebagai peserta dan pengelola P4S dengan adanya sertifikasi ini bisa mendapatkan pengakuan sebagai operator, karena kebanyakan operator yang ada belum disertifikasi, dan dengan ini sangat mendukung kami menjadi operator yang handal dan lebih berkualitas, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, karena pertanian saat ini,  Kata Dia, jika menggunakan ALSINTAN akan menghemat  tenaga, waktu dan biaya dalam pengelolaan lahan pertanian”. Ungkap Ricard Kainde peserta asal Tomohon, Sulawesi Utara.

Pada Uji sertifikasi ALSINTAN bagi pengelola P4S ini diikuti sebanyak 60 peserta se sulawesi yang berlangsung selama 3 hari, serta saat yang bersamaan dilaksanakan juga uji sertifikasi bagi Fasilitator Tanaman Organik (FTO) yang berjumlah 30 orang peserta.

Sumber : kabartujuhsatu.com

Comments ( 0 )

Post a comment