PELATIHAN TEMATIK PENANAMAN KOPI IV DI MINAHASA

Dalam rangka meningkatkan kompetensi petani dan budidaya kopi yang mengacu pada Good Agricultural Practices  (GAP)  atau Good Manufacturing Practice (GMP) untuk meningkatkan produksi dan produktifitas dalam membantu Indonesia agar bisa bersaing dengan vietnam sebagai produsen utama di Asia Tenggara. Sekaitan dengan hal tersebut Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaksanakan Pelatihan Teknis Tematik Penanaman Kopi Bagi Non Aparatur Angkatan IV yang di langsungkan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya, Minaesa Wijaya Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis – Sabtu (27-29 Juni 2019).

Pelatihan ini berlangsung tiga hari dan di hadiri 30 orang petani kopi yang berasal dari 5 kecamatan di kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Pada kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Minahasa yang diwakili oleh Rensina R. Ticoalu, SP.

Pada acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan, Koordinator BPP Tondano Barat, Penyuluh Pertanian Tondano Barat, dan Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Sulut.

Pada pelatihan tersebut Kadis Pertanian dan Peternakan Kab. Minahasa yang di wakili oleh ibu Rensina R. Ticoalu mengatakan, Kebanyakan pertanaman kopi di kabupaten Minahasa telah berumur tua karena merupakan peninggalan Belanda (perkebunan Onderneming) sehingga perlu dilakukan peremajaan dan rehabilitasi, imbuhnya.

Untuk itu, kata Rensina, Pemprov Sulut dan Dinas Pertanian Minahasa senantiasa memberikan bantuan bibit, pupuk, dan pestisida, serta mendorong petani agar terampil dalam melakukan budidaya kopi, jelasnya.

Pada kesempatan itu Ibu Rensina mengharapkan agar pelatihan yang dilaksanakan oleh BBPP Batangkaluku dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta untuk berbagi pengetahuan, keterampilan dan sikap antar sesama peserta dan antara peserta dengan fasilitator, sehingga dapat meningkatkan kompetensi pengelolaan usaha tani kopi agar sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP) dan Standar Nasional Indonesia (SNI)  Kopi, pungkasnya.

Sumber : mediainfota.com

Comments ( 0 )

Post a comment