CLOSING CEREMONY THE ASEAN TRAINING COURSE

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku dan Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Kementerian Pertanian telah menutup Pelatihan Internasional The ASEAN Training Course On Water Management For Agriculture, Date 22 April – 02 May 2019 di BBPP Batangkaluku. Kamis (02/05/2019).

Sebanyak 18 peserta yang mengikuti ASEAN Training akan kembali ke negaranya masing-masing setelah secara penuh mengikuti 11 Hari  kegiatan pengelolaan sistem air serta Field Trip yang meliputi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai sistem irigasi di Indonesia,  peserta yang berasal dari perwakilan pemerintah negara ASEAN yang bergerak di bidang pertanian diantaranya Vietnam, Philippines, Malaysia, Myanmar, Cambodia, Lao PDR,  dan Indonesia.

Peserta lain berasal dari mitra pemerintah seperti ASEAN Sekretariat serta melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Toraja Utara, Instansi Pemerintah (Pengelola Sumber Daya Air) Kabupaten Sidrap dan  Pihak Swasta dalam sistem pengelolaan air (Mars Cocoa Research Centre (MCRC) Kabupaten Pangkep.

Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan BBPP Batangkaluku, Rosdiana mengatakan, selanjutnya terus menjalin kerjasama yang baik antar negara ASEAN, salah satunya kerjasama dibidang pertanian, mengoptimalkan pengelolaan irigasi untuk lahan pertanian.

“Kami berharap kedepannya peserta Indonesia yang akan berkunjung ke salah satu negara ASEAN, bahkan kalau memungkinkan kita juga akan kirimkan petani,  kita coba ke sana, kita akan saling tukar menukar ilmu dan pengalaman tentang pertanian”, ujarnya kepada Deteksiplus.Com usai acara penutupan Pelatihan tersebut.

Pelatihan Water Management For Agriculture disambut dengan penuh semangat dari para peserta. “The ASEAN Training Course On Water Management For Agriculture merupakan wujud nyata bagaimana saling bekerjama dengan Negara ASEAN guna menciptakan system management water untuk pertanian”, kata Jaybee Simundo Talatala perwakilan Pemerintah Filipina. 

“Indonesia sangat diberkati memiliki lahan persawahan yang luas dengan sungai besar sebagai sumber air irigasi.  

Selain itu, memiliki dukungan pemerintah yang memprioritaskan kesejahteraan petani mereka terutama pada aspek keuangan serta menetapkan harga standar untuk produk petani”, tambah Jaybee Simundo Talatala.

“Kami berterima kasih kepada ASEAN khususnya kepada Jepang dan Indonesia untuk pendanaan dan memfasilitasi pelatihan ini. 

Gagasan dan pengetahuan baru yang kami dapatkan di sini juga akan dibagikan kepada para petani di negara kami”, ungkap Nguyen Thuy Dung peserta asal Vietnam.

Sumber : deteksiplus.com

Comments ( 0 )

Post a comment