r

PSDA SIDRAP SAMBUT PESERTA PELATIHAN ASEAN

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sidrap Ir. Imran Abidin, menyebut Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berkontribusi terhadap kebutuhan pangan di Indonesia. Khususnya di Sulawesi Selatan, yang sudah dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

“Kabupaten sidrap ini adalah kontribusi pangan di Sulawesi Selatan dukungan terhadap penderasan irigasi yang optimal dengan jumlah irigasi teknisnya kurang lebih 30.000 Hektar ditambah irigasi sederhana kurang lebih 16.000 Hektar jadi jumlahnya 46.000 Hektar, Jadi areal irigasi teknis yang ada dikabupaten Sidrap didukung oleh 4 irigasi besar.

“Diantaranya irigasi Saddang , irigasi Bila , irigasi Buncenrana dan irigasi Bulu Timorang”, kata Kepala Dinas PSDA Imran Abidin, saat memberikan arahan pada kunjungan Peserta Pelatihan Internasional The ASEAN Training Course On Water Management For Agriculture yang digelar BBPP Batangkaluku di Kantor UPT PSDA Kab. Sidrap, Senin (29/04/2019)

“Kita bekerja sama untuk mengelola irigasi ini secara maksimal sehingga hasil produksi sidrap ini sudah mencapai diatas rata-rata dibandingkan dengan daerah lain penghasil padi di Sulawesi selatan”, paparnya.

Pada kunjungan Peserta Pelatihan Internasional The ASEAN Training Course On Water Management For Agricultur tersebut, para peserta melakukan diskusi dan saling berbagi pengalaman system irigasi yang baik untuk diterapkan di negaranya masing-masing.

Tujuannya, untuk memberikan konsep teoritis dan pengetahuan praktis, berdasarkan pengalaman Indonesia dalam pengelolaan system irigasi secara berkelanjutan. Serta keberhasilan program pemberdayaan petani di daerah pedesaan.

Selain itu memperkuat pembangunan kapasitas Sumber Daya Manusia di sektor pertanian terutama dalam memberdayakan asossiasi pengguna air di negara-negara ASEAN.

“Pada kunjungan ini kami bisa banyak berbagi mengenai irigasi, solusi, dan hasil panen padi disetiap musimnya, secara keseluruhan setelah melihat beberapa tempat, sistem pengelolaan irigasi diindonesia khususnya di Sulawesi Selatan cukup baik dilihat dari saluran irigasi sekunder dan tersiernya, kamipun di negara kami pengelolaan dan kendala yang dialami juga tidak jauh berbeda dengan sistem irigasi yang ada diindonesia”, ungkap Phonemany Sayyasettha, peserta asal Lao PDR.

Sumber : kaisarnews.com

Comments ( 0 )

Post a comment