r

PELATIHAN PERTANIAN INTERNASIONAL se ASEAN

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkalu Gowa menggelar pelatihan pertanian bertajuk "Training Course on Water Management For Agriculture".

Pelatihan pertanian ini melibatkan tujuh negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Antara lain Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Malaysia dan Indonesia. BBPP juga menggandeng Asean Sekretariat sebagai penyelenggara.

Kepala Sub Bidang Kerja Sama Pelatihan BPPSDMP, Sitti Karimatun mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bidang Water Management bagi negara-negara ASEAN.

"Kami berbagi ilmu water management dengan negara-negara ASEAN untuk dapat diterapkan di negaranya," kata Sitti Karimatun di Gowa, Kamis (24/4/2019) siang.

Sitti Karimatun melanjutkan, pelatihan pertanian ini akan berlangsung selama satu pekan. Peserta nantinya juga akan diberikan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah. Antara lain Toraja, Maros.

Sitti Karimatun menegaskan, kegiatan ini berupaya memberikan wadah diskusi mengenai water management antarnegara se-Asia Tenggara.

"Kita berharap Indonesia mampu berbagi keunggulan water management melalui pelatihan class room, diskusi, hingga tinjauan ke lapangan," tandas Sitti.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai BBPP Batangkaluku, Dwi Praptomo Sudjatmiko. Menurutnya, Sulawesi Selatan sebagai wilayah mayoritas pertanian mencoba saling bertukar gagasan mengenai pengelolaan pertanian.

"Ya tentu kita ingin agar negara-negara Asean yang ikut kegiatan ini bisa mengenal teknologi-teknologi di Sulsel," kata Praptomo.

Melalui kegiatan ini, kata Praptomo, para peserta bisa meningkatkan kemapuan pengelolaan pertanian agar bisa diterapkan ke negara mereka masing-masing.

Begitupun Sulawesi Selatan. Praptomo menilai, pengelolaan pertanian dari para negara tetangga bisa saja dicontoh dan diterapkan ke Sulawesi Selatan.

"Mereka bisa juga memberikan informasi, masukan, kondisi, ataupun teknologi di negara mereka. Sehingga Sulsel juga mendapatkan informasi yang bisa dikembangkan pada kondisi di Sulawesi Selatan," tandas Praptomo.

Kesan Peserta

Salah satu peserta pelatihan ini, Nor Hassuddin Bin Abdullah mengaku ikut meramaikan pelatihan ini untuk belajar tentang pertanian.

Menurut Hassuddin, Sulawesi Selatan adalah wilayah yang mememili pengelolaan perairan yang baik dalam pertanian. Untuk itu, mereka datang untuk mempelajari pengelolaan tersebut.

"Kami ingin mendapatkan pengelolaan pertanian dari negara-negara Asean yang relavan dan bisa dibawa ke negara kami Malaysia," kata Hassuddin.

"Khususnya dari segi cuaca, dan segi kondisi. Jadi kami lebih pada pengairan dan saluran. Itulah kita datang untuk sharing. Bagaimana proses pengumpulan air di Indonesia, karena pertanian kami di Malaysia itu kekurangan air," tandasnya.

Sumber : makassar.tribunnews.com

Comments ( 0 )

Post a comment