GELAR PELATIHAN TEKNIS TEMATIK DI EMPAT KABUPATEN

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku sebagai UPT Pusat Pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Pelatihan Teknis Tematik.

Pelatihan berlangsung empat angkatan di Sulawesi Selatan yakni di Kabupaten Bone, Wajo, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Pelatihan terdiri dati Teknis Tematik Lada (Pengolahan Media Tanam), Kedelai (Pengedalian OPT), Kakao (Pengedalian OPT), dan Jagung (Pengedalian OPT).

Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan BBPP Batangkaluku, Rosdiana mengatakan, ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar target produksi bisa tercapai.

"Kementerian Pertanian melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi petani dengan mengacu pada masalah yang ada di lokasi. Agar produksi bisa tercapai sesuai dengan target program, melalui pelatihan Teknis Tematik yang bersifat problem solving," kata Rosdiana dalam rilis, Selasa (12/3/2019).

Rosdiana menjelaskan, Kementerian pertanian telah menetapkan sasaran pencapaian target produksi pangan di tahun 2018.

Guna mencapai target produksi tersebut, Kementan telah menetapkan kegiatan prioritas tahun 2019 yang mengacu pada prioritas, dimana ke depan terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian, yakni pendidikan dan pelatihan vokasional.

"Peningkatan pendidikan dan pelatihan sangat penting dalam rangka mendukung pencapain tager produksi komoditas strategi pertanian, dan mengantisipasi tantangan perubahan lingkungan strategis yang berkembang dengan isu globalisasi desentralisasi, demokratisasi, pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim global," kata dia.

Diklat Tematik merupakan pola pelatihan yang diterapkan oleh Kementerian Pertanian.

Meskipun tetap dikelola oleh Balai Diklat yang berada di bawah Kemeterian Pertanian, namun diklat tematik berbeda dengan diklat reguler yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

"Kalau pola reguler, diklat dilakanakan di Balai Diklat dengan materi dan kurikulum yang telah ditetapkan oleh balai, maka pada pola tematik ini, tema, materi dan kurikulum disusun berdasarkan potensi pertanian di wilayah masing-masing dan dilaksanakan di tingkat Penyuluhan Pertanian (BPP) atau Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S)) di masing-masing kabupaten/kota," kata dia.

"DDiharapkan dengan kegiatan pelatihan tersebut, maka dapat dihasilkan sumber daya manusia pertanian yang siap pakai, profesional, inovatif, kreatif dan berwawasan global sehingga terwujud pertanian yang tangguh, produktif, efisie, berdaya saing dan dapat menigkatkan kesejahteraan pelaku utama pengembangan pertanian," pungkasnya.

Sumber : makassartribun.news

Comments ( 0 )

Post a comment