Predator Ulung Perkebunan Kelapa Sawit

Umumnya pengendalian serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida).  Namun cara ini banyak memiliki kelemahan yaitu dapat menimbulkan pencemaran bahan kimia beracun terhadap lingkungan (air, tanah dan udara); menimbulkan bau bangkai tikus disekitar kebun; menimbulkan jera umpan terhadap tikus; dan membutuhkan pengawasan yang ketat terhadap penyebaran umpan dan pengamatan terhadap umpan yang dimakan oleh tikus pada tiga hari setelah perlakuan.  Salah satu strategi pengendalian hama tikus yang mengacu pada prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) yaitu pengendalian secara biologis dengan menggunakan predator.  Selain ular, burung hantu (Tyto alba) merupakan predator yang efektif dalam menurunkan populasi dan intensitas serangan tikus.  Burung hantu merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit dan mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%.  Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi.

Selengkapnya : Predator Ulung di Perkebunan Kelapa Sawit

Comments ( 0 )

Post a comment