Mempelajari Kondisi Sesungguhnya dengan PKL

Setelah Proses Pembelajaran Peserta di Kelas 3 hari yang lalu, Pelatihan Teknis Budidaya Kedelai Bagi Non Aparatur BBPP Batangkaluku, melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Balai Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, (UPT BSMBTPH) Kabupaten Maros. Mereka diterima langsung oleh Kepala UPT. BSMPTPH Sul-Sel Nicodemus Kendek.

Kunjungan kedua di lanjutkan ke Kelompok Tani, yaitu Kelompok Tani Siparinggerang, Tombolo, dan Pao Makkajoange Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung Maros yang nantinya di bagi menjadi 3 kelompok.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 30 orang peserta berasal dari 6 Provinsi antaranya Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Nicodemus Kendek mengatakan salah satu upaya dalam pencapaian sasaran produksi tanaman pangan adalah melalui peningkatan produktivitas, diantaranya dengan penggunaan benih dengan varietas unggul bersertifikat.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan Rosdiana menambahkan Pelaksanaan PKL ini bertujuan agar peserta pelatihan dapat memperoleh informasi/gambaran realistis tentang apa yang dilakukan oleh petani dilapangan, permasalahan yang dihadapi serta untuk mengaplikasikan teori dalam bentuk keterampilan, sehingga terjadi pengayaan kompetensi (pengetahuan sikap dan keterampilan) dengan bentuk kegiatan identifikasi, dan wawancara.

Selain itu, ia menambahkan BBPP Batangkaluku sebagai salah satu UPT Pusat pelatihan pertanian BPPSDMP beberapa tahun terakhir ini telah melakukan pendampingan dan pengawalan Upsus Padi jagung dan kedelai

“Selanjutnya tahun 2018 ditugaskan fokus pada percepatan pelaksanaan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan pelatihan teknis bagi para petani di wilayah pengembangan PATB,” ujarnya.

Pelatihan teknis ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan teknis bagaimana membudidayakan kedelai dengan baik, dengan menerapkan GAP, sehingga sekembalinya ke daerah masing-masing dapat menerapkan dan mendorong percepatan pelaksanaan PATB kedelai serta dapat memotivasi para petani lainnya dalam mendukung program tersebut dalam mempercepat peningkatan produksi kedelai.

Sumber : jalur9.com

Comments ( 0 )

Post a comment