Nilai Ekonomis Dari Hasil Berkebun Kelapa

Komoditi Kelapa adalah salah satu komoditi Nasional yang dikembangkan saat ini, karena merupakan bagian terpenting dari pertanian di Indonesia termasuk yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, meskipun saat ini harga kopran turun drastis (kisaran 6500/kg), namun dari olahan yang lain cukup bernilai ekonomi tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kab Minahasa Selatan Frans D. Tilaar pada pembukaan Bimbingan Teknis Bimbingan Teknis Komoditas Strategis Nasional (Kelapa) yang diadakan BBPP Batangkaluku di P4S Manusia Mandiri Kab. Minsel Provinsi Sulawesi Utara.

“Komoditi kelapa kalau hanya dilihat dari satu unit produksinya maka masih memprihatinkan, namun kalau melihat kelapa secara keseluruhan mulai dari batang sampai daun maka kelapa akan memberikan nilai ekonomi yang cukup besar” ungkap Frans D. Tilaar di depan 50 peserta bimtek.

Sampai Pak Frans menceritakan tentang orang tua nya yang kegiatan kesehariannya panjat kelapa, namun cukup berhasil menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan yang tinggi, sehingga tidak heran kalau Mantan Ketua KTNA Nasional yang juga adalah Ketua P4S Manusia Mandiri menyebutkan bahwa “Pohon Kelapa adalah Pohon Kehidupan”.

Salah satu bukti nyata kalau Provinsi Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Minahasa Selatan adalah penyumbang produksi kelapa di Indonesia, dimana Bupati Minahasa Selatan didaulat sebagai duta kelapa nasional, salah satu karyanya adalah kerajinan tangan menggunakan sabut kelapa dengan hanya menggunaka beberapa butir kelapa saja namun dapat dihargai 15 Juta Rupiah untuk satu buah.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari, 7 – 8 Maret 2018, meski singkat namun peserta sangat antusias mengikuti BIMTEK ini.

Sumber : lintassulsel.com

Comments ( 0 )

Post a comment