PEMANTAUAN OPTIMALISASI BANTUAN ALSINTAN

Salah satu strategi peningkatan produksi adalah penyempurnaan manajemen teknis yang diantaranya adalah percepatan pengolahan tanah dan penanaman secara serentak melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Maka perlu pendataan yang optimal dalam penyaluran bantuan dan pemanfaatan Alsintan, dikarenakan Alsintan memiliki peranan penting dalam upaya pencapaian swasembada pangan, dengan penerapan alsintan dalam kegiatan usaha tani dapat memberikan mutu hasil yang lebih baik dan dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.

Hal itu diungkapkan Juhari Kepala Bagian Umum BBPP Batangkaluku pada Rapat koordinasi optimalisai pemanfataan bantuan alsintan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Soppeng, dihadiri Kepala Dinas Pertanian Soppeng A. Fajar, Pasiter Kodim 1423 Watansoppeng Apit Yulianto serta Koordinator Penyuluh Kab. Soppeng.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya terjun langsung ke Dinas Pertanian Kabupaten dan lapangan, untuk memonev sekaligus mengecek data pemanfaatan alsintan, kondisi alsintan serta mensinkronkan data yang dari pusat dan data yang ada di dinas provinsi dan kabupaten. Hal ini juga dilakukan secara serentak di kabupaten lainnya di Sulsel, begitu pula yang ada di Provinsi lainnya.

Kegiatan ini, kata Juhari, juga dilakukan dalam rangka memotret kondisi alsin yang sudah ada dibandingkan dengan kebutuhan ril dilapangan, apakah sudah terpenuhi, kurang atau boleh jadi berlebihan dalam suatu daerah.

“Ini penting dilakukan dalam upaya percepatan luas tambah tanam dan pemenuhan rasa keadilan bagi para petani pelaku usaha,” paparnya.

Salah satu strategi pemanfaatan alsintan, lanjut dia, yaitu dengan menggunakan Pola Brigade yang dikerjasamakan dengan Kodim setempat, dapat mengoptimalkan pemanfaatan Alsintan secara efektif.

“Sebab, jumlah kelompok tani yang banyak dengan jumlah alsintan yang terbatas, melalui Brigade Alsintan, penggunaan alsintan dapat dioperasikan pada kelompok-kelompok tani secara bergilir dan tertib dibawah pengawalan Babinsa dan Penyuluh lapangan,” tambahnya.

“Kerjasama yang baik dan sinkronisasi data antara penyuluh, dinas pertanian dan kodim di kabupaten sangat diperlukan demi menghasilkan data yang akurat,” pungkas Juhari.

Di hari yang sama, Juhari beserta tim dari BBPP Batangkaluku menyempatkan koordinasi di Kodim 1423 Kabupaten soppeng, dimana KodimSoppeng siap mengawal/mendampingi monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan alsintan.

Sumber : lintassulsel.com

Comments ( 0 )

Post a comment