BIMTEK Komoditi Nasional Perkebunan

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku kembali melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Komoditi Nasional Perkebunan, yang berlangsung 20 – 21 Februari 2018 di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa 20 Februari 2018.

Dihadiri 300 peserta petani komoditas Kelapa, Kopi, Kakao dan Tebu dari berbagai kabupaten Se Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Nasaruddin dalam sambutannya menyampaikan, BIMTEK ini diadakan untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian/perkebunan sehingga bisa memahami setiap pengembangan komoditas strategis nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Strategi peningkatan perkebunan, pada intinya adalah program kegiatan pembangunan di Sulawesi Selatan ini masih mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang juga merupakan salah satu program Gubernur Sul-Sel, sehingga kegiatan-kegiatan seperti bantuan bibit, benih, sarana prasarana, perbaikan irigasi dan bantuan alat-alat mesin pertanian termasuk pengolahan hasil masih menjadi prioritas yang akan dilakukan dalam tahun ini dan tahun depan”, ujar Nasaruddin.

Pembangunan perkebunan ini sangat strategis menurut Nasaruddin karena memegang peranan penting dalam perkembangan perekonomian. Karena hampir seluruh jenis komoditi perkebunan adalah komoditi yang di perbisniskan untuk menambah pendapatan rumah tangga secara khusus dan umumnya devisa negara.

Konstribusi perkebunan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2016 mencapai 429,7 Triliun dan data sementara Tahun 2018 terhitung

Luas areal tanaman perkebunan 690.283 Ha yang didominasi perkebunan rakyat skitar 656.064 Ha, dan hanya skitar 2,8% komidisi perkebunan yang dikelola perusahaan swasta (Kelapa, Kopi Arabika, Kakao, Jamu Mente) dan 2,2% oleh pemerintah (negara).

Rencana kedepan memprioritaskan 10 komiditis perkebunan (Cengkeh, Kakao, Lada, Pala, Kelapa, Tembakau, Jambu Mente, Kelapa Sawit , Tebu dan Kopi) yang akan dikawal oleh pembinaaan Dinas Perkebunanan Sulawesi Selatan dan Dinas Kabupaten Kota, terkait program pemerintah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Rancangan program peningkatan produktivitas komoditas perkebunan berkelanjutan untuk tahun 2018 dan 2019.

“Kita sudah mengarah kesana, apalagi kebijakan pemerintahan melalui kementrian pertanian, pembangunan kawasan-kawasan perkebunan menjadi suatu hal yang sangat perlu dilakukan sekarang ini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

“Jadi memang perlu sinergitas antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah didalam komoditi-komoditi pertanian maupun perkebunan untuk mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan”, kata Nasaruddin.

Sumber : kabarnusantaranews.com

Comments ( 0 )

Post a comment