BIMTEK Komoditi Nasional Peternakan

BBPP Batangkaluku mengadakan Bimbingan Teknis Komoditi Nasional Peternakan, berlangsung dari Senin hingga besok, 20 Februari 2017, di Hotel Harper Makassar.

Kegiatan ini diikuti 200 peternak sapi yang berasal dari berbagai kabupaten se Sulsel.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Inseminasi (UPT-IB) Sulsel, Abdul Muas yang membuka kegiatan ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu. Menurutnya, pelatihan seperti ini dapat membantu penguatan peternakan sapi di Sulsel.

“Kita sudah melaksanakan selama setahun program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Hasil evaluasi kita di akhir tahun, ternyata sulsel ini agak menyedihkan, kita hanya bisa mencapai 24 persen lebih, atau 87 ribu ekor dari 340 ekor,” ujarnya.

“Olehnya itu, saya memberikan apresiasi ke BBPP Batangkaluku yang telah melaksanakan kegiatan ini,” tambahnya.

Di tahun 2018, lanjut dia, Sulsel diberi target dari 340 ribu menjadi 75 ribu ekor. Itupun dibagi dua kategori, ada IB reguler dan ada IB introduksi.

“Yang reguler itu adalah ternak-ternak yan sudah dikandangkan dan sudah bisa dujangkau petugas dengan baik. Sementara yang introdoksi, yaitu yang masih lepas, masih dicari-cari siapa yang punya. Ini yang introduksi menjadi pekerjaan berat. Sebaran bantuan yaitu 54 ribu sapi introduksi, 21 ribu

reguler,” urai Abdul Muas.

Selain itu, ia menjelaskan program SIWAB tahun ini akan mendatangkan 15 ribu ekor sapi dari australia. Provinsi Sulsel sendir mendapat jatah 3.500 ekor sapi.

“Sapi jenis ini berbeda dengan sapi bali, bobot beratnya besar, kebutuhan makannya juga besar. Diperkirakan barang ini akan tiba pada Juni hingga Juli tahun 2017. jangan sampai sapinya datang, bapak ibu (peternak) tidak siap,”

Kelebihan ini sapi, tambahnya, postur badannya lebih besar dari bali, apalagi jika disilangkan dengan sapi lokal. Harganya untuk yang usai 6 bulan sudah mencapai Rp 20 juta.

“Makanya kita harus berterima kasih pada pak Menteri Pertanian RI (Amran Sulaiman).

Sumber : hariansulsel.com

Comments ( 0 )

Post a comment