BIMTEK Komoditi Nasional

Kementerian Pertanian (Kementan) akan membentuk lembaga ekonomi petani. Keuntungannya lebih besar, dan lebih menjanjikan bagi kehidupan petani.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Momon Rusmono dihadapan 250 peserta.

Peserta itu berasal dari enam provinsi yakni, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Bimtek itu diadakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, di Hotel Harper Perintis, Senin (12-2-2018).

Menurut Momon, lembaga ekonomi petani ini dalam bentuk koperasi, dan keuntungannya bagi petani. "Di lembaga itu memang kita lebih memfokuskan keuntungan petani, dari pada sedikit-sedikit harus bayar.

Momon juga menganjurkan para petani agar mengikuti asurasi pertanian. Karena, jika terjadi bencana alam, atau lahan pertanian terkena hama, para petani akan tetap aman.

"Jika premi Rp180 ribu, petani hanya bayar Rp36 ribu satu hektare. Kalau ternak preminya Rp200 ribu, petani hanya bayar Rp40 ribu. Jika kena puso itu dapat 6 juta. Petani aman, dan tidak bakalan rugi," ucapnya.

Pihak Kementan juga terus menggenjot kinerja di bidang penyuluhan, pendidikan dan pelatihan. Bahkan, mendorong adanya Pokludes (pos penyuluh desa) di tiap desa, selain itu tiap desa mesti memiliki penyuluh swadaya yang merupakan petani sukses.

Pada kesempatan itu, Momon juga mengungkapkan rencana kerja Kementan RI 2 tahun ke depan. Di antaranya swasembada berkelanjutan padi, jagung, cabai dan bawang merah pada 2018 -2019, swasembada kedelai, bawang putih dan gula konsumsi pada 2020 serta peningkatan produksi hortikultura dan rempah (lada, pala dan cengkeh).

“Ketiga, peningkatan desa pertanian organik hingga 1.000 desa atau lebih pada 2018. Empat, perluasan dan optimasi lahan sawah 429.600 hektar. Kelima, rehab jaringan irigasi tersier 235.145 hektar. Terakhir, modernisasi pertanian melalui mekanisasi dengan bantuan Alsintan 161.247 unit,” pungkas Kepala BPPSDM Pertanian tersebut. (gun)

Sumber : fajaronline.co.id

Comments ( 0 )

Post a comment