PELATIHAN TEKNIS PEREMAJAAN KAKAO DAN KELAPA

Untuk mekasimalkan potensi tanaman kelapa dan kakao yang di provinsi Sulawesi Tengah, terutama Kabupaten Sigi dan Donggala, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar pelatihan teknis tematik bagi non aparatur APBN-P thn 2017 angkatan X dengan focus pada peremajaan kakako dan kelapa.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Lero, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala itu berlangsung empat hari mulai 24 hingga 27 Oktober 2017 dan diikuti oleh 28 peserta. Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Sindue Drs Pangeran Jage Dg. Mbone.

Menurut Camat Sindue, daerah sasaran kegiatan peremajaan kakao dan kelapa melalui APBN-P 2017 adalah daerah sentra kakao dan kelapa, diutamakan pada kondisi tanaman rusak atau tidak produktif.

Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan BBPP Batangkaluku Rosdiana Muhammad SPi MM menjelaskan, pelatihan itu menerapkan pola 80:20 untuk praktik dan teori. Dalam pelaksanaannya akan mengenalkan inovasi teknologi terkini kepada kelapa, yakni untuk wilayah monokultur maka jarak tanam yang digunakan sesuai standar teknis. Sedangkan untuk daerah yang tidak monokultur disesuaikan dengan kondisi setempat.

Dikatakan, peremajaan dilakukan dengan cara menyisip atau menanam di antara tanaman yang ada atau monolog secara bertahap. Pengembangan tumpang sari di antara tanaman kelapa disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi dan agroklimat daerah masing-masing seperti tanaman pangan, horti dan perkebunan lainnya.

Fasilitator dalam pelatihan itu berasal dari alumni TOT yang telah dilaksanakan oleh BBPP Batangkaluku dan praktisi yang berpengalan dalam peremajaan kakao dan kelapa dari wilayah setempat. Praktisi itu antara lain Suardi yang berhasil dalam pengembangan tanaman kakao di Desa Enu. Juga dibantu oleh widyaiswara Hari Ismanto SP.

Dikatakan, untuk peremajaan kakao yang memenuhi syarat adalah populasi tanaman tua, tidak berproduksi dan telah berumur lebih dari 20 thn. Populasi rusak dan terserang hama penyakit dengan tingkat kerusakan berat, areal kawasan/hamparan pengembangan kakao.

“Fokus pelatihan untuk peremajaan kakao adalah penanggulangan hama dan penyakit disamping cara membudidayakan dengan baik,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Luasan lahan untuk peremajaan kelapa melalui APBNP 2017 di Sulteng seluas 486 Ha yang tersebar di Kabupaten Poso 136 ha, Donggala 200 ha, Touna 150 Ha. Sedangkan kakao di Kabupaten Parigi Moutong 200 ha, Sigi 200 ha, Poso 200 ha dan Donggala 100 ha

Bantuan APBNP 2017 untuk peremajaan kakao berupa benih, pupuk NPK dan organik, fungisida dan knapsack sprayer. (afd/*)

Sumber : beritapalu.net

Comments ( 0 )

Post a comment