BIMTEK KOMODITI HORTIKULTURA DAN TANAMAN PANGAN

Kementerian Pertanian melalui program UPSUS Padi Jagung dan kedelai (Pajale) telah berhasil mendorong swasembada berkelanjutan untuk komoditas Padi dan Jagung.

Pada Tahun 2017 ini, Kementerian Pertanian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) mengalokasikan kegiatan dan anggaran untuk pengembangan dan peningkatan produksi komoditas pertanian. Yakni dengan pengadaan benih dan bibit tanaman pangan (kedelai), hortikultura, perkebunan, peningkatan kinerja SIWAB, pengadaan alat pasca panen dan pengolahan hasil tanaman hortikultura dan perkebunan serta dukungan penelitian dan pengembangan perbenihan dan perbibitan komoditas strategis pertanian.

Hal itu diungkapkan Fitriani, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel. di sela Bimtek Pengawalan dan Pendampingan Kegiatan APBN-P tahun 2017 Komoditi Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kegitan ini dilaksanakan oleh Balaj Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Sulsel, di hotel Maxone, jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Kamis (28/9).

“Peningkatan produksi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga dalam upaya memenuhi kebutuhan ekspor ke luar negeri,” ujar Fitriani. Untuk itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, melalui anggaran APBN-P tahun 2017, mendapat mandat untuk melaksanakan pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, Mahasiswa, Petugas Teknis dan Fungsional (POPT, PBT) dan lain-lain.

“Agar pelaksanaan pengawalan dan pendampingan ini dapat berjalan dengan efektif, efisien dan mengawal keberhasilan serta keberlanjutan program, maka diperlukan penyiapan SDM pertanian yang akan melakukan pengawalan dan pendampingan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rosdiana menjelaskan tujuan bimtek ini, yaitu memberikan pembekalan kepada penyuluh pertanian di wilayah kerja BPP, dalam rangka melakukan pendampingan kepada pengurus Kelompok Tani yang akan memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Sehingga manajemen pengelolaan dan teknik membudidayakan benih dan bibit hasil bantuan pemerintah tersebut memberikan hasil yang optimal dengan memperhatikan GAP/GMP,” tambah Rosdiana.

Bimtek ini diikuti 328 orang Penyuluh Pertanian yang berasal dari 18 kabupaten kota dan perwakilan dari provinsi Sulsel. Mereka akan dilatih beragam materi selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (28/9).

Selain itu, kegiatan bimtek ini juga dihadiri Ketua STTP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) Gowa Syaifuddin, Kabag Umum (BBPP) Batangkaluku Juhari Arifin, mewakili Kepala BBPP, serta Rosdiana selaku Kabid Penyelenggara Pelatihan BBPP Batangkaluku.

Sumber : lintassulsel.com

Comments ( 0 )

Post a comment