BIMBINGAN TEKNIS BAGI PENYULUH DAN PETUGAS (APBNP)

Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Dan Petugas 

Pengawalan dan Pendampingan Kegiatan APBNP 2017

Komoditi Perkebunan dan Peternakan

Kegiatan ini diawali dengan Pembacaan peraturan untuk peserta BIMTEK oleh panitia.

Adapun yang membuka dan narasumber untuk kegiatan BIMTEK hari ini yaitu Dr. Ir. momon rusmono, MS (Kepala badan BPPSDMP), Ir. Kemal Mahfud, MM (Kepala Balai BBPP Batangkaluku), Dr. Syaifuddin (Ketua STTP Gowa), Ir. H. Abdul Aziz, MM (Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan), Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan (diwakili) dan Kepala Dinas Ketahana Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (diwakili)

Pembukaan kegiatan ini berlangsung dengan pembacaan  doa dan Menyanyikan indonesia raya yang diikuti oleh seluruh peserta. Pembacaan laporan ketua panitia Rosdiana, S.Pi, MM (Kabid Penyelenggara Pelatihan), dimana kegiatan ini akan dilanjutkan di beberapa provinsi se-Sulawesi Selatan. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberi pembekalan bagi penyuluh dan petugas dan meningkatkan kapasitas dan kompetensi teknis bagi penyuluh dan peserta teknis.

Narasumber dan fasilitator yang diundang untuk mengisi kegiatan ini selama 2 hari efektif berasal dari BPSDMP Pertanian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perkebunan SULSEL, Dinas Ketahanan Pangan dan hortikultura SULSEL, Alumni TOT Peternakan (kupang), Alumni TOT (Perkebunan), dan Widyaiswara dari BBPP Batangkaluku.

Ucapan selamat datatang, arahan dan motivasi  dari kepala BBPP BK,  dilanjutkan arahan sekaligus membuka kegiatan BIMTEK secara resmi oleh Kepala Badan.

"MENCAPAI KEDAULATAN PANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI" menjadi kalimat pembukaan yang di ucapkan oleh kepala badan, dan untuk mencapai tujuan tersebut terdapat beberapa tahap yang harus dilaksanakan.

Salah satu Indikator penyuluh petanian dengan peningkatan produksi dan provitas. Konsentrasi bagi petugas penyuluh dan pendamping dengan Peningkatan/penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa karena cakupannya luas baik peternakan dan perkebunan dimana mereka yang ada di dinas lebih sering melaksanakan fungsi tugas kedinasan di kantor dibandingkan penyuluhan dimasing-masing sentra (perkebunan dan peternakan)

Selanjutnya kelembagaan petani, dimana harus di kuatkan yaitu petani dan kelompok tani. Dan aspek tenaga penyuluhan, dilakukan peningkatan kompetensi penyuluh, dengan tidak hanya dilaksanakan di balai pelatihan saja. Bisa dilakukan dgn diadakannya P4S di beberapa daerah, dan juga dengan menumbuh kembangkan penyuluh suadaya.

Penyelengaaraan dengan konsentrasi pendekatan ke pemberdayaan petani untuk kelompok-kelompok Pelatihan dengan peningkatan pelatihan dan sertifikasi bagi beberapa inseminator. Untuk bidang Pendidikan direncanakan akan ditingkatkan dari 6 sarana pendidikan menjadi 10 guna meningkatkan pendidikan pertanian.

Comments ( 0 )

Post a comment